Sabtu, 04 Januari 2014

SYI'AH MEMANG BUKAN BAGIAN DARI ISLAM ...!

ALHAMDULILLAH ....'
TELAH TERBIT SEBUAH BUKU TENTANG KESESATAN DAN KEKAFIRAN DARI AGAMA SYI'AH ..!!!



SYI'AH DENGAN AJARAN ISLAM SANGAT JAUH BERBEDA ..!
---------------------------------------------

~ Yaa Ayyuhal Muslimun ~

Ikhwah Fillah yg senantiasa di Rahmati oleh ALLAH TA'ALA.

SUDAH SANGAT JELAS BAHWA AQIDAH SYIAH ITU BERBEDA dengan ISLAM, di antaranya, sebagai berikut :

*Pertama :

Syiah memiliki Tuhan dan Nabi yang berbeda dengan Tuhan dan Nabi-nya kaum Muslimin, Sayyid Nikmatullah Al-Jazairi –seorang ulama rujukan Syiah- mengatakan,

وحاصله إنا لم نجتمع على إله ولا على نبي ولا على إمام، وذلك أنهم يقولون أن ربهم هو الذي كان محمد صلى الله عليه وسلم نبيه وخليفته بعده أبو بكر. ونحن لا نقول بهذا الرب ولا بذاك النبي، بل نقول إن الرب الذي خليفته أبو بكر ليس ربنا ولا ذلك النبي نبينا.

Kesimpulannya: kita (Syiah Imamiyah dan Ahlus Sunnah) tidak satu Tuhan, tidak satu Nabi dan tidak satu Imam. Pasalnya, Tuhan yang mereka (Ahlus Sunnah wal Jamaah) akui adalah Tuhan yang menjadikan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabi-Nya dan Abu Bakar sebagai khalifahnya sepeninggal beliau, sedangkan kami (Syiah Imamiyah) tidak mengakui Tuhan yang seperti ini. Akan tetapi Tuhan yang menjadikan Abu Bakar sebagai khalifah bukanlah Tuhan kami, dan Nabi itu pun bukanlah Nabi kami. (Al-Anwar Annu’maniyyah, Sayyid Nikmatullah Al-Jazairi, jilid 2, hlm. 278, Mu’assasah Al-‘Alami Lil Matbu’at, Beirut, Lebanon.)

Dengan keyakinan seperti ini, menunjukan Syiah Bukan Islam.

*Kedua :

Syiah memiliki rukun iman dan rukun Islam sendiri, yang berbeda dengan Islam.

Rukun Iman versi Syiah
(1) Tauhid, (2) Adalah (percaya pada keadilan ilahi), (3) Nubuwwah, (4) Imamah, (5) Al-Ma’ad (percaya pada hari akhir)

Rukun Islam versi Syiah
(1) Shalat, (2) Puasa, (3) Zakat, (4) Khumus (kewajiban mengeluarkan seperlima harta), (5) Haji, (6) Jihad, (7) Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar, (8) Tawalla (membenci apa yang dibenci Rasul saw dan ahlul baitnya), (9) Tabarra (mencintai apa yang dicintai Rasul saw dan Ahlul Baitnya), (10) Amal Shaleh
(Lihat buku 40 Masalah Syiah, Emilia Renita Az, Buku pedoman dakwah IJABI).

Rukun Iman dan Rukun Islam yang berbeda menegaskan kembali bahwa Syiah bukan Islam .

*Ketiga :

Syiah mengingkari keaslian Al-Qur’an, mayoritas ulama Syiah berpandangan demikian demikian, di antaranya, Al-Fadhl bin Syadzan An-Naisaburi, Furat bin Ibrahim Al-Kufi, Al-Ayyasyi, Al-Qummi, Al-Kulaini, Ali bin Ahmad Al-Kufi, Muhammad bin Ibrahim An-Nu’mani, Al-Mufid, Abu Manshur Ath-Thubrusi, Abul Hasan Al-Irbili, Al-Faidh Al-Kasyani, Al-Hurr Al-‘Amili, Hasyim Al-Bahrani, Muhammad Baqir Al-Majlisi, Ni’matullah Al-Jaza’iri, Yusuf bin Ahmad Al-Bahrani dan masih banyak lagi. Inilah ulama-ulama Syiah yang menjadi rujukan sepanjang abad. Bahkan seorang ulama Syiah yang sangat kesohor dan kuburannya sangat diagungkan oleh Syiah –sebagai bukti pemuliaan mereka terhadapnya- An-Nuri Ath-Thabarsi menulis satu kitab khusus yang menetapkan dan menegaskan akan adanya perubahan pada Al-Qur’an (Fashl Khithab Fi Istbat Tahrifi Kitabi Rabbil Arbaab), bahkan dalam muqaddimah bukunya tersebut ia mengetengahkan hampir 40 nama ulama Syiah yang mendukung pendapatnya! Sehingga pendapat mereka yang mengatakan bahwa Al-Qur’an tidak asli lagi sudah menjadi akidah dan ajaran pokok Syiah.

Tiga pokok akidah tersebut semakin menegaskan bahwa Syiah bukan Islam.
-----------------------------------

Pada buku yang terbit ini : " Akidah Syi’ah Imamiyah "

Berikut Keterangannya :

Penulis: Abdurrahman bin Sa’d bin Ali Asy Syatsri .

Penerbit: Nashirus sunnah .

Berat: 1,2 Kg.

Harga : Rp 125.000 diskon menjadi Rp 100.000.

Pemesanan sms : 0878 8777 8027

Syi’ah Imamiyah itsna asyariyah merupakan salah satu aliran syi’ah dari sekian banyak aliran-aliran syi’ah yang menamakan alirannya sebagai madzhab ahlul bait. Namun apabila dibandingkan dengan aliran-aliran syi’ah yang lain, aliran ini dinilai sebagai aliran syi’ah yang paling berbahaya bagi agama, bangsa, dan negara. Penganutnya mengklaim hanya dirinya atau golongannya yang mengikuti dan mencintai ahlul bait.

Dengan menggunakan strategi licik yang mereka namakan taqiyah (berdusta), yaitu menyembunyikan kebenaran, menutupi kayakinan, demi maslahat agama dan dunia, aliran ini dikembangkan. Al-Kulaini, ulama besar mereka mengatakan, wa la diina liman la taqiyata lahu (tidk beragama orang yang tidak betaqiyah). Disebutkan bahwa kekhalifaan Abu Bakar, Umar dan Utsman radhiyallahu ‘anhum tidak sah.

Disebutkan pula dalam salah satu riwayat mereka, “Sesungguhnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih mirip dengan Ali radhiyallahu ‘anhu daripada seekor gagak dengan gagak yang lainnya. Allah mengutus Jibril untuk membawa wahyu kepada Ali radhiyallahu ‘anhu namun Jibril salah sehingga dia menurunkan wahyu kepada Muhammad, semestinya Ali radhiyallahu ‘anhu yang menjadi Khalifah setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Kedustaan yang mereka buat dengan strategi licik ini menjadikan banyak orang-orang yang beraqidah ahlus sunnah wal jama’ah tertipu dan termakan oleh propaganda mereka, sehingga keluar dari agama nenek moyangnya (Islam).

Oleh karena itu, atas dasar tersebut buku mengenai aqidah syi’ah itsna asyariyah dalam bentuk tanya jawab diterbitkan. Bahaya dan kesesatan yang disebarkan aliran ini mendesak para ulama Islam untuk meluruskan masyarakat muslim pada pemahaman yang benar mengenai Islam. Pasalnya, didasari oleh ashabiyah atau kefanatikan yang mendalam, aliran syi’ah ini semakin cepat menjalar dan berkembang, terutama dikalangan awam alawiyyin (keturunan Nabi Muhammad) dan muhibbin (pecinta mereka).


Demikian. Semoga informasi ini bermanfaat.
Barakallahufiikum Ajmain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar